Labuan Bajo! The Hidden Treasure (Part 1)

Sangat bersyukur pada tanggal 12-14 Februari mendapatkan kesempatan untuk pergi ke labuan bajo dalam rangka benchmark keanekaragaman hayati dengan jalan jalan terselubung haha. Jam 06.00 kumpul untuk berangkat ke Juanda Surabaya dari Paiton. Sebagai info, hanya ada satu direct flight surabaya – labuan bajo yaitu memakai batik air. Selain itu, biasanya transit terlebih dahulu di Bali. Lama penerbangan Juanda Surabaya – Bandara Komodo, Labuan Bajo ialah 70 Menit. Total tiket PP sekitar 2 Juta.

This slideshow requires JavaScript.

Setelah landing di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Flores, NTT, Selanjutnya menuju ke hotel. Banyak terdapat charter mobil di sekitar bandara (sangat disayangkan angkutan online belum masuk).

Saya menginap di Inaya Bay Komodo Hotel. Hotel berbintang lima dan memang benar sungguh benar-benar bagus hotelnya. Hotel ini terletak di Kawasan Marina, Jl. Soekarno Hatta, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Hotel ini baru dibuka bulan Januari 2020. Tarifnya dibanderol mulai dari 2,66 Juta rupiah per malam. Tetapi karena mem-booking nya melalui korporat jadi bisa mendapatkan harga yang lebih murah.

This slideshow requires JavaScript.

Selain itu, yang istimewa dari hotel ini ialah berhadapan langsung dengan laut. Tampak pelabuhan, dan tampak pulau kecil. Benar-benar cukup mewah

This slideshow requires JavaScript.

Kamar nya juga sangat memuaskan.

Goa Batu Cermin

Pukul 15.00 WITA, saya dan teman-teman yang lain langsung menuju Goa Batu cermin dengan rental mobil seharga 350 ribu. Perjalanan kurang lebih selama 20-30 Menit. Untuk masuk ke Goa batu cermin untuk 6 orang dikenakan tarif 170 ribu. Paket tersebut sudah termasuk tour guide yang menemani kita jalan-jalan dan menjelaskan tempat wisata tersebut. Di kawasan Goa batu cermin terdapat umbrella stone (batu payung), seperti namanya batu tersebut menyerupai payung, bagus untuk tempat berfoto.

This slideshow requires JavaScript.

Info dari tour guide kami, dulu ada arkeolog Belanda yang menemukan goa ini dan setelah diteliti ternyata Goa ini dulunya terendam laut. Hal tersebut didasarkan karena ditemukannya terumbu karang dan fosil-fosil hewan laut di dalam goa. Overall Goanya cukup cantik. Tetapi sebaiknya ke Goa batu cermin ketika siang hari, karena akan berasa efek cerminnya.

Bukit Silvia

Selanjutnya, kami melanjutkan perjalanan ke bukit silvia untuk melihat sunset. Cukup indah sekali pemandangan dari atas bukit ini. Nuansa hijau dan laut yang biru. Sayangnya, ketika saya pergi ke bukit tersebut langit berawan sehingga kurang terlihat sempurna sunset nya.

This slideshow requires JavaScript.

Suasana Malam

Ketika kembali dari bukit silvia menuju hotel, saya cukup takjub dengan suasana sunset di hotel, benar2 mempesona dan indah, kita bisa menikmati sunset sambil duduk di lobby hotel dengan pemandangan pelabuhan dan laut biru, sayangnya saya tidak sempat melihat sunset karena saat itu saya menghabiskan sunset di bukit silvia. Selain itu, di sekitar hotel banyak terdapat tempat makan dan tempat nongkrong atau pasar swalayan. Makan malam diadakan di Artmoro Restaurant & Grill , Untuk makanannya yang paling saya suka ialah udang kuah. Ternyata, ketika saya lihat lagi terdapat kepiting juga. Rasanya sangat memuaskan. Overall cukup oke untuk makan rame-rame.

This slideshow requires JavaScript.

Hari pertama di Labuan Bajo sangat memuaskan! hotel yang cukup mewah, Goa yang artistik, dan bukit yang mempesona, serta suasana malam nya adem. Selama ini mungkin orang-orang hanya tahu seputar Bali. Percayalah, bila kalian ingin suasana dan pemandangan berbeda serta variasi liburan, labuan bajo bisa menjadi alternatif! Rencana besok saya akan pergi ke Padar Island, Long beach, Pulau Komodo, Tara makasar, Pulau Kanawa. Can’t wait to explore! Bersambung ke Part 2.

Leave a Reply