Bromo Trip

Awalnya tidak ada pikiran untuk pergi ke Bromo karena memang pada dasarnya tidak suka mendaki gunung. Saya lebih memilih untuk menikmati pantai dan kota. Tetapi berhubung ada teman dari Vietnam yang berkunjung ke Indonesia, akhirnya mau tidak mau ikut serta ke Bromo. Ini merupakan kali pertama saya merencanakan trip. Karena biasanya ketika saya berpergian, pasti ada rumah saudara yang dituju. Bila tidak, memang ada event ataupun acara kantor.

Sekilas, tentang teman Vietnam saya, Kami pertama kali bertemu di Bangkok, Thailand tahun 2016. Saat itu saya mengikuti event 2nd SEAMEO Youth Leadership Forum. Total 5 hari saya bertemu dengannya. nama lengkapnya Minh Duc, panggilannya Sky, entahlah saya juga bingung kenapa nama panggilannya seperti itu. Di event tersebut, dia ialah teman yang sangat klop dengan saya. Sometimes, we shared our updated life through chat.

Sebenarnya saya tidak tahu-menahu tentang Bromo. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, jangan malu-maluin bila ada teman dari luar negeri yang berkunjung. Alhasil mulailah tanya-tanya ternyata rata-rata bila berkunjung untuk menikmati sunrise di Bromo, mereka berangkat dari probolinggo jam 11 malam naik motor. Alhasil, saya tiba di Probolinggo pukul 22.00 naik bus. Setelah sampai berdasarkan informasi yang saya baca di internet, untuk menuju cemoro lawang, banyak tersedia bison di terminal bayu angga probolinggo. Kemudian saya mulai bertanya kepada orang-orang di sekitar. Ternyata bison yang tersedia paling maksimal ialah jam 5 sore itupun harus sharing dengan orang banyak sekitar 10-15 orang agar bisa mendapatkan harga per orang 30-35 ribu. Saat itu saya sendiri dan tarif untuk ke cemoro lawang ialah sekitar 500rb. Petualangan di mulai

Cemoro Lawang

Beruntung malam itu, saya mendapat tawaran untuk diantarkan ke cemoro lawang menggunakan ojek dengan tarif normal nya 150 ribu. Setelah saya tawar saya mendapatkan harga 120 ribu. Perjalanan dari Probolinggo ke cemoro lawang cukup melelahkan karena jalannya menanjak. Membutuhkan waktu sektiar 1-2 jam hingga saya tiba di penginapan teman Vietnam saya.

Sunrise Bromo

Untuk melihat sunrise, bisa menggunakan mobil jeep. Saya mendapatkan nomer penyewaan mobil jeep dari yang punya penginapan (bisa juga dari internet). Kapasitas mobil jeep sendiri ialah untuk 7 orang. Saya dikenakan tarif sekitar 350 ribu per orang. Di mobil jeep tersebut, saya bersama dengan 2 orang teman Vietnam saya, 2 Orang Belanda, 1 orang Jepang, dan satu orang USA. Saya cukup beruntung satu mobil dengan teman-teman yang cukup seru dan talkactive, kecuali orang Jepang yang pendiam (maklum sudah tua). Saya merasa kembali hidup bila berkomunikasi dengan foreigners. Saat itu pukul 3 pagi, kami bergegas menuju puncak untuk melihat sunrise

Ternyata cukup banyak animo masyarakat baik domestik maupun luar negeri untuk menikmati pemandangan di Bromo. Terbukti kami tidak sampai ke puncak karena sungguh macet di atas. Akhirnya kami turun di jalan, dan berjalan ke bukit “telletubies”. Seperti namanya, bukitnya berwarna hijau seperti di film telletubies. Awalnya kami cukup ragu untuk naik ke puncak, karena bukitnya cukup curam, Tetapi untung nya si orang US dan Belanda ini menginisiasi ke puncak, akhirnya saya dan lainnya mengikuti alur naiknya. Setelah sampai di puncak, dan wow!! It was so wonderful

This slideshow requires JavaScript.

Kemudian perjalanan paket mobil jeep dilanjutkan ke sabana dan kawah belerang.

This slideshow requires JavaScript.

Bromo sangat menarik, tapi mungkin cukup sekali saja hahahaha. Saya baru menyadari ternyata trip itu sangat perlu dan merupakan salah satu stress relieve di kala suntuknya rutinitas!! I can’t wait to make another trip. Setelah itu saya dan 2 teman vietnam saya menuju surabaya. Dari Cemoro lawang ke probolinggo menggunakan elf seharga 50 ribu/orang, Kemudian dari terminal bayu angga probolinggo ke surabaya menggunakan bus ekonomi biasa seharga 30 ribu.

Selama perjalanan dengan Sky, banyak sekali cerita hidup yang saya dengar. Yeah, we have been undergoing ups and downs in life, but dont give up no matter what! See you when I see you, sky! I wish you would achieve whatever the goals that you desire!

2 thoughts on “Bromo Trip

Leave a Reply to Prayogi Adista Cancel reply